5 Bisnis Ini Cetak Cuan Selama Pandemi Covid

Pemilik usaha bisnis harus bisa mengeluarkan ide atau inovasi baru dalam hal advertising. Pelaku usaha harus bisa memikirkan strategi advertising yang baik yang cocok untuk masa pandemi sekarang ini. Pemilik usaha bisnis harus bisa mengubah cara berbisnis, dengan mulai dari kegiatan produksi, pemasaran, transaksi, rencana sistem kerja dan distributor sampai akhirnya produk tersebut sampai ke tangan konsumen. Oleh karenanya, meskipun pandemi ini penuh tantangan, Erick mengajak para pelaku usaha dalam ekosistem MES untuk tidak hanya fokus pada bagaimana bisnis bertahan di masa pandemi ini dengan produk dan cara lama. Untuk itu, MES siap menjadi wadah yang efektif bagi pelaku bisnis dalammempromosikan produk lokal yang halal dan berkualitas serta memicu untuk menemukan tantangan dan kebutuhan konsumen untuk jadi peluang baru. Misalnya, teknologi digital berupa aplikasi video conference bisa membantu para karyawan untuk bertatap muka jarak jauh dan menyelesaikan persoalan bisnis ketika masa krisis kesehatan akibat Pandemi Covid-19 saat ini.

Beredarnya virus corona dan protokol kesehatan yang kuat serta ketat untuk mencegahnya, dapat membawa ide akan bisnis baru yakni layanan pembersihan komersial. Layanan seperti ini dapat mendatangi rumah, gedung perkantoran, restoran, dan bisnis publik lainnya untuk melakukan desinfeksi ruang. Karenanya, ide bisnis ini tentu akan lebih menarik mengingat beberapa tempat- tempat umum mulai dibuka kembali dan terus menerus memerlukan penjagaan kesehatan.

Bayangkan saja, selama masa pandemi seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring atau online, dan sebagian perusahaan juga masih memilih untuk memberlakukan Work From Home demi keamanan para karyawan. Mulai dari produk kecantikan hingga makanan, bisnis sebagai reseller & dropshipper laris di masa pandemi, mengingat bisnis ini tidak membutuhkan modal besar namun tetap berpotensi meraup keuntungan besar. Pada masa pandemi, penting juga untuk menjaga mindset agar survive alih-alih mencari keuntungan. Ini bisa dilakukan dengan merubah mannequin Judi Slot Online bisnis untuk mengidentifikasi peluang yang muncul dan membuat pendekatan secara tepat.

Coba saja jadi reseller dengan menjual paket lengkap berupa daging, sayur, bumbu siap pakai untuk membuat shabu-shabu atau grill dengan menawarkan harga yang lebih terjangkau. Untuk menambah penghasilan, kamu bisa menjual kimchi, seafood, sosis sapi atau ayam. Dengan mengklik ‘Lanjutkan’, Anda akan diarahkan menuju website di luar yang tidak terafiliasi dengam BCA dan mungkin memiliki tingkat sekuriti yang berbeda. BCA tidak bertanggung jawab dan tidak mendukung, menjamin, mengendalikan konten, mengendalikan ketersediaan dan perspektif atas produk-produk atau layanan-layanan yang ditawarkan atau dinyatakan oleh web site tersebut. “Video sharing merupakan platform yang membantu UMKM dapat bertumbuh, hal ini dapat diwujudkan melalui organik dan iklan. Seperti yang telah diketahui bahwa TikTok merupakan platform video digital sharing.

Bisnis yang dapat memberikan solusi meski berada di tengah situasi sulit, cenderung dapat berkembang dengan baik karena strateginya sudah teruji. Bila Anda memutuskan untuk memulai usaha di masa pandemi ini, pastinya sudah tahu risiko yang mungkin terjadi, serta bagaimana cara mengatasinya. FYI, IBM dan Disney memulai bisnis mereka tepat sebelum masa depresi melanda. Tahun 2013, John Foley masih berkeliling kesana-kemari mempromosikan peralatan fitnesnya. Di saat pandemi, ketika banyak orang harus tinggal di rumah dan banyak tempat olahraga ditutup, makin banyak orang yang membeli peralatan olahraga rumah dari Peloton.

Terutama jika terkait dengan kondisi yang berubah–seperti saat pandemi ini. Kita harus melakukan adaptasi bisnis agar tetap relevan dengan kebutuhan, kebiasaan, dan kondisi yang tidak sama lagi seperti sekarang. Buat marketing strategy yang baru, yang lebih baik dan sesuai dengan situasi sekarang. Dengan membuat, menyesuaikan, dan melihat pada rencana bisnis, para pemilik bisnis dapat mengulik peluang inovasi baru yang sesuai dengan minat pasar. Di awal tahun 2020, calon wirausahawan tidak dapat membayangkan dampak COVID-19 terhadap dunia bisnis. Sementara norma jarak sosial dan pekerjaan jarak jauh saat ini telah mengubah bisnis tradisional secara langsung seperti restoran, ritel fisik dan layanan publik terpaksa harus dihentikan.

Tetapi di situasi seperti sekarang, Anda dituntut untuk mencari ide baru atau melakukan terobosan yang mungkin tidak biasa atau tidak pernah Anda lakukan. Tidak hanya masyarakat yang perlu beradaptasi dengan kebiasaan new normal yang baru, bisnis pun harus melakukan adaptasi terhadap kondisi dan perubahan perilaku masyarakat. Dalam prosesnya, bisnis digital justru menjadi solusi bagi sebagian besar masyarakat untuk keluar dari persoalan, bahkan dapat mendorong masyarakat untuk keluar dari masa krisis. Bahkan masa krisis merupakan momentum yang tepat, karena sebagian orang mengevaluasi diri dan menganggap dirinya membutuhkan lebih banyak pengetahuan untuk terus mengembangkan diri.

Adanya video-video tutorial menata ruangan agar lebih estetik yang banyak berseliweran di media sosial juga membuat penjualan produk furnishings dan dekorasi meningkat. Menjual media dan permainan edukasi menjadi ide bisnis yang cukup menjanjikan di masa pandemi. Namun, akibat kebijakan tersebut tak sedikit orang yang mengalami kesulitan secara ekonomi.

Bisnis Pandemi

Setidaknya, yang harus disiapkan adalahfreezerdan persediaanfrozen foodyang beragam. Di saat Pandemi, aktifitas di luar rumah dibatasi dan sebisa mungkin tidak kemana-mana, kecuali untuk hal yang begitu mendesak. Dan hal ini justru membuat seseorang lebih sering menyimpan makanan agar intensitas keluar rumah bisa dikurangi. Apalagi bagi orang yang tidak piawai memasak, sehingga lebih sering membuat makanan yang cenderung simpel dan mudah, seperti Frozen food misalnya. Buat orang yang saat sebelum pandemi suka makan di restoran AYCE pasti harus menyimpan dalam-dalam kerinduannya untuk menyantap makanan-makanan tersebut.

Gamil