Air Mata Sejarah Greysia

Rekor Greysia Polii menyentuh umur 33 tahun 356 hari menjadi peraih medali emas tertua di ganda putri badminton Olimpiade. Dilansir Badminton Flash, China tercatat mampu mendulang lima medali emas dalam perhelatan bulu tangkis Olimpiade melalui sektor ganda putri. Setelah tanpa emas di Olimpiade 2012, pasangan ganda campuran yang dikenal dengan panggilan Owi/Butet tersebut mempersembahkan emas Olimpiade. Mereka mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, dengan dua set langsung.

Kini Greysia/Apriyani berada di posisi enam, sementara Due Yue/Li Yin Hui merupakan urutan tujuh dunia. Itu setelah, mereka menaklukkan pasangan Korea Selatan, Lee So-hee/Shin Seung-chan, 21-19, 21-17, dalam durasi 71 menit, hari ini. “Medali emas ini bukan hanya impian Ka Greysia, tetapi juga saya. Medali emas ini untuk almarhum orang tua saya dan kakakku,” tambah Apriyani. Kami hanya mau memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Greysia. Airmata juara Greysia/Apriani pun menetes ketika lagu Indonesia berkumandang dan Bendera Merah Putih dikibarkan.

Memasuki interval di gim pertama, Greysia/Apriyani ungul 11-8 atas pasangan Cina yang kini menempati peringkat ke tiga dunia. Rekor kemenangan dan keberhasilan melangkah ke babak final menjadi sejarah pertama untuk tim ganda putri Indonesia di ajang Olimpiade 2021. Terpisah, Depo E-money Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo Rosan P Roeslani mengapresiasi perjuangan Greysia/Apriyani yang sukses merebut medali emas. Medali emas ini tak cuma menjadi medali pertama di Olimpiade Tokyo, tetapi juga menjadi pencapaian sejarah ganda putri Indonesia.

Bulutangkis ganda putri menang melawan China

Antonsen pun mampu memanfaatkan ketidakfokusan wakil Indonesia itu dengan kemenangan telak 15-21. Taufik mengakhiri puasa gelar 12 tahun dari nomor tunggal putera di Yunani. Taufik mengalahkan pebulutangkis Korea Selatan, Shon Sheung-Mo dalam waktu sekitar forty five menit dengan skor telak 15-8 dan 15-7. Tidak hanya itu, pencapaian emas Greysia /Apriyani juga melanjutkan tradisi emas di ajang Olimpiade sekaligus menggenapkan pencapaian emas dari seluruh nomor bulutangkis. Pencapaian emas Greysia /Apriyani sangat membanggakan mengingat mereka bukanlah unggulan pertama dan tidak ditargetkan meraih emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Setelah, poin saat itu justru menjadi milik mereka, seisi ruangan tersebut memberi tepuk tangan. Pada pertemuan terakhir sebelum pertandingan last hari ini, terjadi pada akhir 2019. Turnamen BWF yang tidak bisa digelar rutin karena wabah membuat mereka tak punya kesempatan untuk bertemu. Greysia / Apriyani terus menjauh dengan skor saat pertandingan berjalan 22 menit. Memasuki sport 2, Greysia / Apriyani harus melewati jalan terjal. Bola.com, Tokyo – Ganda putri China, Chen Qingchen/Jia Yifan, memprediksi pertandingan ultimate Olimpiade 2020 melawan Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan berlangsung sengit.

Gamil