Bulu Tangkis

Duka untuk Apri sejatinya ikut bertambah ketika Sapiuddin, pelatih yang pertama kali mengenalkannya memegang raket bulutangkis dengan benar juga ikut berpulang pada 2016 lalu. Untuk kedua kali, Apri pun tak bisa pulang ke Konawe karena bersamaan dengan mengikuti kejuaraan di luar negeri. Saat duduk di kelas V ia berhasil mencapai final kompetisi O2SN. Kalah di last membuat Apri menangis karena hanya sang juara yang berhak dikirim ke Jakarta. Apriyani Rahayu merupakan atlet bulu tangkis kelahiran Konawe 29 April 1998 dari pasangan Ameruddin dan Sitti Jauhar .

Biodata Apriyani Rahayu

Pernyataan itu dilontarkan Momota sekitar dua tahun lalu ketika berusia 24 tahun dan kembali menempati rating satu dunia. Di hari ini teman kecilku akan menjalani babak baru di kehidupannya. Saya ikut merasakan kebahagiaan luar biasa untuk mereka berdua,” tulis Adriyanti di akun Instagramnya, @firdasari_adriyanti. Foto tangkapan layar video saat pebulu tangkis nasional Greysia Polii dan Felix Djimin melakukan pemberkatan pernikahan yang berlangsung di Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020. Simak yuk biodata lengkap dari Apriyani Rahayu, yang sudah dihimpun Tim KUYOU.id dari berbagai sumber untuk kamu.

Ia juga mendapatkan berbagai prestasi di tingkat kabupaten diraihnya. Perjuangannya pun tidak sia-sia, karena Apriyani diminta oleh Pengcab PBSI Konawe untuk melanjutkan karier bulutangkisnya di Jakarta. Sang ayah juga menjelaskan saat bermain bulu tangkis di masa kecil, Apriyani menggunakan raket yang sudah tak layak pakai milik almarhum ibunya. Amiruddin P mengatakan, saat kecil Apriyani sering bermain bulu tangkis menggunakan raket yang dimiliki almarhum ibunya. Ayahnya, Amiruddin pun mengaku bangga dan bersyukur, anak perempuannya itu bisa mengharumkan nama daerah hingga ke internasional. Apriyani menyukai bulu tangkis sejak duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar, karena melihat pertandingan di televisi.

Dengan begitu, mereka bisa mengakhiri penantian Indonesia merebut medali Olimpiade di sektor ganda putri. Greysia/Apriyani diketahui akan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor ganda putri bulu tangkis pada ajang Olimpiade Tokyo 2020. Dengan menyabet status unggulan, mereka tentunya siap membawa harum Indonesia dalam turnamen olahraga multievent terbesar di dunia itu yang akan dimulai pada 23 Juli 2021. Apriyani Rahayu tampil di nomor tunggal putri, tapi sayang ia harus tersingkir di babak pertama.

Amiruddin pun mengaku bangga dan bersyukur, anak perempuannya itu bisa mengharumkan nama daerah hingga ke internasional. “Saya itu senang sekali, karena perjuangan almarhumah mamanya tidak sia-sia. Sampai jual sayur untuk beli raket dan shuttlecock, kadang gadai perhiasan supaya bisa ikut kejuaraan. Alhamdulillah sekarang sudah mulai terlihat hasilnya,” tutur Amiruddin. Berawal bermain dengan raket terbuat dari papan di halaman rumah, sang ayah yang tak tega pun akhirnya membelikan raket murahan untuk Apri.

Sebelumnya, Arief Muhammad sudah menjanjikan akan memberikan dua cabang usahanya itu untuk Greysia Polii dan Apriyani Rahayu saat mereka berhasil merebut tiket ultimate pada Sabtu, 31 Juli 2021. Selain Beli Free Spin Lin Dan, Axelsen juga mengagumi pebulutangkis legendaris Denmark, Peter Gade. Gade juga menorekan prestasi apik di kancah bulutangkis dunia. Pemain tunggal putra biasanya juga mengidolai atlet dari sektor itu.

Gregoria merupakan atlet termuda Indonesia dari cabang olahraga bulu tangkis, yang melenggang ke event akbar Olimpiade Tokyo. Dia lahir di Wonogiri, eleven Agustus 1999 dan baru berusia 21 tahun. Di tahun 2017 lalu, Gregoria berhasil menyaabet juara dunia juniro dengan mengalahkan pemain China, Han Yue dengan tiga gim panjang. Bersama Meliana, Greysia berhasil lolos ke Olimpiade untuk pertama kalinya di Olimpiade London 2012 meskipun belum berhasil meraih medali. Di situ ia mendapat arahan dari pelatih Toto Sunarto agar ia beralih saja ke nomor ganda.

Kesempatan pertama Apriyani Rahayu adalah tampil di ajang Sirnas Djarum 2012 di Banjarmasin. Saat itu Apriyani Rahayu bermain di nomor tunggal putri dan langsung kandas di babak pertama. Akhirnya, ia memutuskan untuk pindah ke Konawe dan tinggal di keluarga sang pelatih dengan tetap melanjutkan sekolah. Selama tinggal di Konawe, Apriyani terus berlatih bulutangkis dengan keras.

Liu juga terang-terangan mengaku mengidolakan Hendra Setiawan sejak dulu. Keduanya beberapa kali bertemu di luar lapangan, saat di Indonesia maupun di China. Bahkan, Liu cukup akrab dengan istri dan tiga putra-putri Hendra.

Gamil