Ini Hadiah Arief Muhammad Untuk Greysia Polii Dan Apriyani Rahayu

Terlebih, Greysia mengaku mereka tetap berlatih selama pandemi dan kini kerja keras mereka terbayarkan. Dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di Olimpiade, cabang Bulutangkis sebelumnya sudah mempersembahkan complete 19 medali dengan rincian 7 emas, 6 perak, dan 6 perunggu. Kalian berhasil mengharumkan nama Indonesia,” ungkap Cak Imin di Jakarta, Senin (2/8). Dengan perjuangannya itu, ganda putri dari Tiongkok pun terpukul mundur dan Greysia serta Apriyani berhasil menjadi pemenang dalam kompetisi kali ini. Kemenangan keduanya pun mendapat sambutan haru dan bangga dari masyarakat Indonesia. Ia berpendapat bahwa prestasi Greysia dan Apriyani juga merupakan proses kerja keras PBSI dalam mendidik atlet-atlet bulu tangkis.

Pemberian hadiah rumah dari REI ini merupakan bentuk apresiasi yang bertujuan agar para atlet tidak pernah berhenti berlatih dan berjuang untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia. “Saya tetap sabar dan berkomitmen. Dibutuhkan komitmen untuk meraih mimpi dan emas. Di sinilah kami sekarang,” tutur Greysia Polii usai menyabet medali emas Olimpiade Tokyo 2020. KONI turut senang dengan medali emas Greysia Polii/Apriyani Rahayu di Olimpiade 2020. KONI berharap ini melecut olahraga Indonesia untuk lebih berprestasi.

Cak Imin mengungkapkan, Greysia dan Apriyani berhasil mengharumkan nama bangsa atas torehan medali emas tersebut. Greysia Polii dan Apriyani Rahayu menyumbang medali emas pertama untuk Indonesia dalam Olimpiade Tokyo 2020. Sebelumnya Indonesia baru mendapatkan satu perak dan dua perunggu yang dipersembahkan dari cabang olahraga angkat besi.

Ia kemudian bermain buku tangkis dengan raket yang terbuat dari papan di halaman rumah. Sang ayah yang tak tega akhirnya membelikanya raket murahan untuk Apri. Untuk menyalurkan kesukaannya Apri pun mulai berlatih di sebuah gedung bulutangkis yang tak jauh dari kediamannya. Di tempat itu, Apriyani mulai diajarkan cara bermain bulutangkis yang benar oleh pelatih Sapiuddin yang masih saudaranya dan pernah berguru di Sekolah Atlet Ragunan, Jakarta. Ini merupakan kemenangan yang sangat berharga bagi keduanya dan tentunya mengharumkan nama Indonesia.

Sebelumnya, pasangan Greysia/Apriyani juga sukses sebagai juara Thailand Open Grand Prix Gold 2017. Greysia/Apriyani meraih medali emas setelah menang dua gim langsung dan dalam pertandingan berdurasi 55 menit. Apriyani Rahayu mengaku tak menyangka bisa mengharumkan nama Indonesia di Olimpiade 2020. Bola.com, Tokyo – Senin, 2 Agustus 2020, menjadi hari bersejarah untuk Apriyani Rahayu.

“Dan Akhirnya Lagu kebangsaan Indonesia raya bergema di tokyo ! Terimakasih atas medali emas nya ,kalian kereeeeen @r.apriyanig @greyspolii,” bunyi ungkapan sang penyanyi untuk kedua atlet. Untuk diketahui, ganda putri bulutangkis Indonesia Greysia/Apriyani sukses mengalahkan ganda putri China, Chen Qingchen/ Jia Yi Fan dua gim langsung, dan 21-15. Hingga Senin (2/8), Indonesia telah mendapatkan empat medali, yaitu satu medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu. Tiga medali yang lebih dulu didapat Indonesia, dipersembahkan oleh atlet dari cabang angkat besi.

Apriyani mengawali karier sebagai atlet bulutangkis pada tahun 2011, saat mulai berlatih di Klub Pelita Bakrie, Jakarta. Di klub tersebut, Apriyani diberi kesempatan selama tiga bulan untuk menunjukkan kemampuannya. Akhirnya, Apriyani mampu memperlihatkan kemampuannya dengan kesempatan pertama tampil di ajang Sirnas Djarum 2012 di Banjarmasin. Semenjak pindah ke Konawe, berbagai prestasi tingkat kabupaten terus diukir olehnya. Icuk mau menerimanya dengan berbagai pertimbangan, antara lain ia datang dari jauh dan anak dari keluarga kurang mampu. Jika tidak memperlihatkan kemajuan yang diharapkan maka akan diminta keluar. [newline]Peringatan itulah yang memacunya berlatih dengan tekun agar tidak dipulangkan.

Greysia Polli dan Apryanti mengharumkan nama Indonesia

Di bawah bimbingan pelatih yang mumpuni serta sparring yang lebih banyak, Apriyani terus giat berlatih. Kesempatan pertama tampil di ajang Sirnas Djarum namun langsung kandas di babak pertama. Saat duduk di kelas V ia berhasil mencapai final Casino Online kompetisi O2SN walau berakhir kalah. Kekalahan tersebut membuat Apriyani menangis karena hanya sang juara yang berhak dikirim ke Jakarta.

Bahkan, permainan Greysia dan Apriyani mengungguli lawannya, Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan dari China, yang sudah memiliki rekam jejak di dunia bulu tangkis. Saat di last rupanya pasangan Greysia Polii dan Apriyani tidak bisa menang mudah karena mendapatkan perlawanan sengit dari pasangan Denmark tersebut. Selama kurang lebih eighty menit pasangan asal Indonesia tersebut harus berjuang sekuat tenaga menghadapi lawannya. Mereka baru bisa menang dengan permainan 3 set dengan rating 18-21, dan 23-21.

Gamil