Profil Arief Muhammad, Influencer Yang Menjadi Sorotan Netizen

Hingga akhirnya mereka menuai berbagai prestasi dan kini berhasil meraih medali emas di Tokyo 2020. Greysia Poli bersama Apriyani Rahayu memenangkan medali emas badminton nomor ganda putri Olimpiade London 2020 untuk Indonesia. Jauh sebelum meraih medali emas Olimpiade, terdapat jalan terjal yang harus dilewati Apriyani Rahayu dalam meniti karier sebagai atlet bulu tangkis. Greysia sempat berpasangan dengan Meiliana Jauhari, keduanya menjadi runner up Macau Open Grand Prix Gold 2010. Selama bersama Meiliana, Greysia juga pernah menempati podium kedua di kejuaraan Indonesia Open Grand Prix 2010 dan Chinese Taipe Open Grand Prix Gold 2011. Bersama Meliana, Greysia bahkan berhasil lolos ke Olimpiade London 2012 meskipun belum berhasil meraih medali.

Sang pelatih melihat bakat Apri lebih cocok untuk bermain di nomor ganda. Kemampuan Apri makin terasah di nomor ganda, baik ganda putri maupun campuran. Greysia Polii dan Apriyani Rahayu merupakan pasangan ganda putri pertama Indonesia, yang berhasil masuk ultimate di ajang olimpiade Tokyo 2021. Indonesia akhirnya memiliki pasangan ganda putri di semifinal bulu tangkis Olimpiade. Kans merebut gelar juara pun sangat terbuka lebar untuk pasangan peringkat 6 dunia tersebut.

French Open 2017 juga berhasil ditaklukan pasangan baru tersebut dengan membawa medali emas. Greysia dan Apriyani bukan hanya menjadi pasangan ganda bulu tangkis dari Indonesia yang pertama masuk semifinal Olimpiade, tapi juga yang pertama mengalahkan wakil China sejak tahun 1996. Tunggal putri Spanyol yang menyabet medali emas Olimpiade 2016, Carolina Marin, mengaku tidak memiliki pemain idola sejak kecil.

Toto Sunarto sebagai pelatih, memberikan arahan untuk Apriyani beralih ke nomor ganda. Ternyata Apriyani Rahayu lebih memiliki kemampuan bermain di nomor ganda. Akhirnya, nama Apriyani mulai bersinar kembali saat berpasangan dengan Jauza Fadhillah Sugiarto yang merupakan putri bungsu, Icuk Sugiarto. Woman Double atau pasangan ganda putri dari Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, menarik perhatian masyarakat berkat perfoma mereka. Pencinta bulu tangkis mungkin sudah mengetahui perfoma mereka berdua ketika masih belum dipasangkan. Apri mengaku memang suka olahraga bulutangkis sejak duduk di kelas dua Sekolah Dasar.

Sempat berganti pasangan beberapa kali, Apriyani akhirnya dipasangkan dengan Greysia Polii pada 2017. Bersama Jauza Fadhillah Sugiarto, Apriyani mulai menorehkan prestasi untuk bulu tangkis Indonesia. Wanita Suku Tolaki itu tak mau menyia-nyiakan kesempatan selama tiga bulan. Dengan tekad dan perjuangan akhirnya selama tiga bulan ia berlatih, perkembangan pesatpun ditunjukan Ani selama berada di PB Pelita. Tak hanya itu, kehidupan serba terbatas membuat Ani mesti membantu kehidupan keluarganya kala itu. Ia terpaksa membantu ibunya yang sudah meninggal, untuk berjualan sayur keliling.

Akun Instagram Apriyani Rahayu yaitu @r.apriyanig, selain itu Ia memiliki akun Facebook bernama apriyani.rahayu.39948. Apriyani Rahayu lahir dari pasangan Ameruddin dan Alm Siti Jauhar, dalam badminton Slot Deposit Pulsa Indonesia ia dilatih oleh Eng Hian. “Ketika saya tahu kami lolos ke Olimpiade, itu seperti mimpi. Saya tidak pernah membayangkan saya akan mencapai titik ini,” kata Apriyani, dikutip dari laman BWF.

Biodata Apriyani Rahayu

Indonesia tidak ketinggalan untuk mengirimkan atletnya untuk berlaga di ajang bergensi tersebut meskipun dalam situasi pandemi Covid-19. Berikut daftar atlet Indonesia yang akan bertarung mengharumkan nama bangsa di ajang Olimpiade Tokyo 2020. “Ketika saya bermain bulu tangkis, saya mengagumi sosok Peter Gade dan Lin Dan,” ujar Axelsen, seperti dilansir Times of India. Sebelum Greysia dan Apriyani dipasangkan pada 2017, pasangan yang berbeda usia 10 tahun itu telah mengukir prestasi masing-masing. Greysia sempat berpasangan dengan Meiliana Jauhari dan menjadi runner-up Macau Open Grand Prix Gold 2010. Yang pasti, Apri menyerahkan semua keputusannya kepada tim pelatih yang dikepalai Eng Hian.

Saat duduk di kelas V ia berhasil mencapai ultimate kompetisi O2SN walau berakhir kalah. Kekalahan tersebut membuat Apriyani menangis karena hanya sang juara yang berhak dikirim ke Jakarta. Namun ia pun bertekad untuk berlatih lebih giat lagi agar tahun depan bisa menjadi juara dan dikirim ke Jakarta. Apri pun sangat senang jika diizinkan bisa bermain rangkap pula di nomor ganda campuran seperti pasangan-pasangan dari Tiongkok, Korsel, atau Denmark yang mampu berjaya di dua nomor pertandingan. Untuk yang satu itu nampaknya PBSI masih perlu banyak pertimbangan.

Gamil