Setahun Berpasangan, Greysia Polli Dan Apriyani Rahayu Bidik Emas Asian Video Games 2018

Untuk prestasi, Apriyani pernah meraih medali perunggu di sektor ganda putri Kejuaraan Dunia 2018 dan 2019, serta medali perunggu di sektor ganda putri Asian Games 2018. “Penampilan Greysia/Apriyani membuat bangga kami semua, bahkan seluruh masyarakat Indonesia. Mereka berhasil membuat sejarah di Olimpiade Tokyo, Greysia/Apriyani menjadi penyumbang emas sekaligus ganda putri pertama yang mampu meraih medali di Olimpiadę,” kata Rosan. Pertahanan yang kokoh dari pasangan peringkat keenam dunia ini menjadi salah satu kunci kemenangan dan keberhasilan meraih emas. Kesabaran mereka mengembalikan serangan membuat lawan kemudian melakukan kesalahan.

Milwaukee Bucks menjadi juara baru NBA yang sekaligus pertama dalam kurun 50 tahun terakhir setelah mengalahkan Phoenix Suns. Perjuangan tim panahan Indonesia akan dimulai Daftar Situs Judi Slot Terpercaya 2021 sejak Jumat (23/7) pagi untuk babak kualifikasi. Petenis asal Jepang dan juara empat kali Grand Slam, Naomi Osaka, dipercaya menjadi penyulut api Olimpiade Tokyo 2020.

Pasangan Greysia Polli dan Apriyani Rahayu

Pada dua laga awal, Greysia Polii/Apriyani Rahayu menang atas pasangan Malaysia dan Britania Raya. “Greysia/Apriyani ke last. Cetak sejarah untuk Indonesia, ganda putri pertama yang menyumbang medali Olimpiade,” kutip Grid.ID dari Instagram Bandminton Indonesia. “Saat ini masyarakat diimbau kibarkan bendera untuk peringatan Hari Kemerdekaan. Semakin bermakna medali emas ini. Mari terus kibarkan bendera Merah Putih,” tambahnya. Profil keempat mengenai Apriyani Rahayu ini mengulas tentang sepak terjangnya di cabang olahraga bulu tangkis. Solopos.com, SOLO — Di bawah ini terdapat profil lengkap dari atlet pebulu tangkis Apriyani Rahayu, pasangan Greysia Polii yang berhasil memperoleh emas di Olimpiade Tokyo 2020. Ini dia berbagai profil menarik nan lengkap dari companion Greysia Polii, Apriyani Rahayu yang berhasil meraih emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Keberhasilan dua putri Indonesia ini juga sekaligus meneruskan tradisi medali emas Indonesia dari cabang bulutangkis. Sebelumnya di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sukses merebut medali emas. Mereka juga pernah menjadi juara di ajang GrandPrix Gold di Thailand Terbuka dan menjadi pasangan ganda putri peringkat ke-11. Pada 17 Januari 2021, pasangan Ganda Putri andalan Indonesia ini berhasil menyabet juara tertinggi selama karir berpasangan mereka yaitu turnamen Super a thousand. Dengan hasil tersebut, dapat dipastikan bahwa pasangan nomor enam dunia itu akan menjadi ganda putri pertama yang berhasil mempersembahkan medali untuk Indonesia di pentas Olimpiade. Berikut rekapitulasi perolehan medali dari cabang olahraga bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020 di mana Indonesia meraih dua medali.

Mereka pun mengukir sejarah sebagai ganda putri Indonesia pertama yang berhasil menembus partai final Olimpiade. Melaju ke perempat final dengan status juara Grup A, Greysia/Apriyani kemudian menantang wakil China, Du Yue/Li Yinhui. Serangan kemudian dilakukan oleh pasangan asal China tersebut, namun pertahanan yang kuat membuat Greysia/Apriyani berhasil keluar dari tekanan. Hasilnya, bisa dilihat sendiri, pasangan Indonesia berhasil menang pada gim kedua dengan skor 15-21. Apriyani Rahayu sempat downdan akhirnya kalah serta harus puas dengan medali perunggu.

Dengan hasil itu, maka untuk pertama kalinya Indonesia memiliki wakil dari sektor ganda putri yang akan tampil di partai final Olimpiade. Jika menang atas pasangan Jepang di laga terakhir, maka Greysia Polii/Apriyani Rahayu memastikan diri lolos ke babak selanjutnya dengan standing juara Grup A. Dengan hasil ini, Greysia Polii/Apriyani Rahayu memastikan tiket ke perempat last.

Jokowi menyambut dengan suka cita atas kemenangan pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Ini mengulangi pencapaian luar biasa mereka sebelumnya di babak perempat last. Seperti dilansir laman PBSI, mereka menyudahi perlawanan pasangan China, Du Yue/Li Yin Hui lewat 3 set dengan skor 21-15, 20-22, dalam waktu ninety seven menit. Susul-menyusul poin kerap terjadi meski sejak set pertama, pasangan ganda putri Indonesia berhasil memimpin dengan jarak 2 sampai dengan 3 skor.

Gamil