Apa Manfaat Membiasakan Anak Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga?

Keberadaan madrasah dalam pendidikan Islam turut mewarnai pengembangan ilmu pengetahuan Islam. Hal ini terbukti dari banyaknya ilmu pengetahuan yang berkembang baik yang dikembangkang pada masa Dinasti Umayyah maupun Dinasti Abbasiyah. Pendidikan Islam Zaman Kemunduran Islam mengalami statganitas dan menurun secara drastis, karena perhatian penguasa tidak banyak dicurahkan untuk pengembangan bidang pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Perhatian penguasa banyak terfokus keranah politik, bagaimana mempertahankan kekuasaan. Tarik- menarik pengaruh kekuasaan di pusat pemerintahan Bagdad antara dinasti Seljuq dan Buaihi bisa dikatakan sebagai penyebabnya.

Hal ini juga akan sangat bermanfaat bagi murid dalam mengerjakan soal ujian di lain hari. Selain murid, banyak orangtua yang mengeluh karena kebagian tugas dalam membantu mengerjakan PR anaknya. Hal ini tentu tidak tepat, dan tidak akan memberikan manfaat yang baik bagi anak dan orangtuanya. Sebaiknya guru tidak memberikan tugas-tugas yang harus melibatkan orangtua. Fungsi dan manfaat PR ini pun kian marak dipertanyakan, bukan hanya di kalangan murid, namun juga orangtua, pemerhati sosial dan pendidikan hingga psikolog anak. Untuk menghindari hal tersebut, Anda dapat menjelaskan terlebih dahulu pada anak-anak mengapa mereka perlu ikut serta bergabung dalam menyelesaikan pekerjaan rumah.

Membantu anak mengerjakan pekerjaan rumah

Dengan cara yang tepat, Si Kecil akan melakukan pekerjaan rumah tangga dengan senang hati tanpa perlu dipaksa. Semua anak berbeda namun umumnya anak lebih berkonsentrasi mengerjakan PR saat tidak lapar di sore hari. Disarankan anak makan kudapan sebelum menyelesaikan pekerjaan rumah. Membiarkan anak membantu melakukan pekerjaan rumah memang belum tentu mengurangi beban Anda. Meminta mereka membantu melakukan pekerjaan rumah saja tidaklah mudah.

Di antaranya adalah mereka merasa kehadiran dan kemampuannya dihargai, motoriknya terasah, serta melatih kemandirian dan tanggung jawab dari usia dini. Saat anak sudah semakin tumbuh besar, semakin banyak pula hal yang bisa ia pelajari. Selain mengajari anak tentang ilmu pengetahuan, Ibu juga perlu mengajari anak untuk membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah.

Hal tersebut terjadi setelah mandeknya perkembangan filsafat Islam, di tinggalkannya pola pemikiran rasional dan kehidupan umat Islam telah di warnai oleh pola kehidupan yang bersifat pasif. Di samping itu, dengan mandeknya perkembangan fiqih yang ditandai penutupan pintu ijtihad, umat Islam telah kekurangan daya untuk mengatasi problematika hidup yang menantangnya sebagai akibat dari perubahan dan perkembangan zaman. Setelah keberhasilan invansi Napoleon Bonaparte ke Mesir tahun 1798 Mdengan armada yang besar, membuka mata umat Islam di timur, bahwa Islam telah ketinggalan jauh, dari bangsa Barat. dari situ, dunia muslim telah mencoba, mengadakan perbaikan-perbaikan untuk tatanan kehidupan Islam supaya bisa menyeimbangkan kemajuan dengan dunia Barat. Kata pembaruan dapat dikelompokkan kepada tiga makna yaitu Pertama, pengembalian sesuatu kepada konsepnya yang lama, dimana konsep itu sudah kabur, semu, tidak seperti yang seharusnya.

Biarkan anak mendengar Smart Parents memuji mereka di depan temannya atau keluarga. Anak akan merasa tersanjung saat dirinya dipuji dan memacu semangatnya untuk berusaha lebih baik lagi. Berikan juga motivasi seperti, “Kalau PR kamu sudah selesai, ayo kita makan di restoran kesukaanmu”. Anak-anak usia 8-9 tahun dapat diminta untuk mengerjakan pekerjaan rumah, seperti menyiapkan makanan sederhana, membersihkan meja, mencuci piring, melipat dan menyimpan baju, mengganti kertas toilet, dan sebagainya. Anak-anak akan terus belajar bertanggung jawab dan mandiri ketika Anda memberikan mereka pekerjaan rumah untuk anak yang baru di sekitar rumah.

Gamil