Apriyani Rahayu, Uang Rp 200 Ribu, Dan Pensiunnya Greysia Polii

Sejak menjadi atlet bulutangkis, Apriyani tercatat sudah delapan kali berganti pasangan. Pada 2012 prestasinya makin bersinar sejak berpasangan dengan Jauza Fadhillah Sugiarto yang tak lain adalah putri bungsu Icuk Sugiarto. Berbagai prestasi nasional dan internasional untuk kelompok usia taruna terus ditoreh bersama Jauza. Greysia sendiri tertarik pada bulu tangkis sejak usia 5 tahun dan mengaku mendapatkan pengaruh dari keluarganya. Dalam perjalan kariernya, walaupun terlihat memiliki banyak prestasi, Greysia juga sempat nyaris ingin gantung raket. Hal tersebut dikarenakan kurangnya apresiasi pemerintah terhadap perjuangan atlet.

Apriyani Rahayu yang berpasangan dengan Greysia Polii sukses menyumbangkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Apriyani mengawali karier sebagai atlet bulutangkis pada tahun 2011, saat mulai berlatih di Klub Pelita Bakrie, Jakarta. Di klub tersebut, Apriyani diberi kesempatan selama tiga bulan untuk menunjukkan kemampuannya. Akhirnya, Apriyani mampu memperlihatkan kemampuannya dengan kesempatan pertama tampil di ajang Sirnas Djarum 2012 di Banjarmasin. Setelah berlatih keras dengan Saipuddin, Apriyani berhasil ke Jakarta saat masih duduk dibangku kelas 6 SD. Pasalnya, ia merasa ilmu bulutangkisnya tidak sebanding dengan anak-anak yang tinggal di Jawa.

Apriyani Rahayu pun kembali putus harapan, karena sang pelatih pindah ke Konawe. Pebulu tangkis asal Konawe ini memenangkan posisi pertama untuk cabang olahraga bulu tangkis bersama pasangannya Greysia Polii. Namun, Greysia akhirnya tak jadi gantung raket usai sang pelatih memintanya menjadi duet Apriyani Rahayu. Berkat raket bekas itu pada akhirnya jadi gerbang pembuka bagi Apriyani untuk menata karier lebih serius di dunia bulu tangkis. Melihat anaknya yang mulai hobi bermain bulu tangkis, Amiruddin kemudian membuatkan lapangan di halaman rumahnya untuk tempat latihan putrinya.

Biasanya paling tidak setiap pemain memiliki sosok yang diidolakan atau dikagumi sejak kecil. Greysia juga pernah berpasangan dengan Nitya, dan menorehkan sejumlah prestasi. Selain juara Thailand Open 2013, keduanya juga berhasil melaju ke partai last Slot Online Terpercaya Swiss Open Grand Prix Gold 2014, meskipun harus puas menjadi runner up.

Biodata Apriyani Rahayu

Dengan hasil itu Greysia Polii/Apriyani berhasil menyumbangkan emas pedana buat Indonesia. Greysia Polii saat tampil di Japan Open 2018 (bwfbadminton.com)Greysia Polii merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan Willy Polii dan Evie Pakasi. Kabar gembira ini disambut masyarakat Indonesia, dengan suka cinta. Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil mencetak sejarah baru badminton Indonesia.

Gamil