Cetak Sejarah Indonesia, Berikut Fakta Ganda Putri Greysia Polii Dan Apriyani Rahayu!

Upaya ini berbuah manis sehingga Indonesia tetap bisa menambah keunggulan menjadi 19-10. Fadlan menempati posisi ke-29 dari keseluruhan peringkat di babak penyisihan nomor 400 meter renang gaya bebas putra Olimpiade Tokyo 2020. Jonatan Christie ditumbangkan tunggal putra China, Shi Yuqi, dengan dua sport langsung 11-21, 9-21.

Tetapi dengan kesiapan yang matang dari pasangan ganda putri Indonesia, Chen/Jia merasa sulit untuk menandingi bola cepat yang dimainkan oleh Apriyani di depan net. SUKABUMIUPDATE.com – Pasangan Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu baru saja berhasil menjadi juara di kompetisi Yonex Thailand Open 2021 Super one thousand. Kiprah kedua atlet putri yang mulai berpasangan pada tahun 2017 ini menarik sekali untuk diulas. Hasilnya di luar dugaan, Apriyani Rahayu/Rosyita Eka berhasil menapak hingga ke babak ultimate sebelum kalah dari pasangan Tiongkok, Chen Qingchen/Jia Yifan. Namun tentu saja sejarah itu akan lebih manis untuk diingat jika mereka bisa membawa pulang medali emas sebagai kenang-kenangan. Setelah kemenangan itu, kini mereka tinggal selangkah lagi untuk mewujudkan impian menggenggam medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

Pasangan ini meraih gelar pertamanya di kelas BWF Grand Prix Gold pada Thailand Terbuka 2017. Apriyani Rahayu lahir pada 29 April 1998 di Desa Lawulo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Ia mulai rajin berlatih dan berhasil mencapai final kompetisi Olimpiade Olahraga Bandar Slot Online Siswa Nasional saat kelas 5 SD. Mereka berhasil menghajar wakil Tuan Rumah, Kititharakul Jongkolphan dan Rawinda Prajongjai dua set langsung dengan skor dan 12-21. Kemenangan Greysia/Apriyani sekaligus membuka peluang medali pertama dari sektor ganda putri untuk Indonesia.

Pasangan Greysia Polli dan Apriyani Rahayu

Apriyani Rahayu sendiri merupakan pebulutangkis yang lahir di Konawe, 29 April 1998. Ia mulai mengawali karirnya di tim bulutangkis Indonesia sejak 2014 dengan masuk di stage junior. Mereka kembali meraih kejutan dengan menjuarai Prancis Open Super Series 2017. Kemudian mereka berhasil mendapatkan runner up di Hong Kong Open Super Series 2017.

Dilanjutkan ke set kedua, di mana permainan Greysia/Apriyani jauh unggul dan menjadikan interval skor yang cukup jauh dengan pasangan China. Terlepas dari kemenangan tersebut, pasangan bulu tangkis putri Indonesia ini ternyata memiliki selera mobil yang berbeda. Mereka terlihat mengandalkan kekuatan pukulan untuk melakukan serangan ke ganda putri China. “Kami di sini dan kami mendapat medali emas dan begini rasanya memenangkan medali emas. Ini sangat berarti bagi saya,” kata Greysia dilansir dari laman resmi BWF, Senin, 2 Agustus 2021. Greysia/Apriyani terlihat memakai skema yang sama pada pertandingan semifinal, yaitu memancing Chen/Jia untuk melakukan serangan dengan terus-menerus melakukan pukulan panjang.

Mereka menjadi juara Thailand Open I dan mencapai semifinal Thailand Open II. Namun sayang, Greysia/Apriyani gagal menembus semifinal turnamen puncak akhir tahun, BWF World Tour Finals 2020. Masih terus berjuang di kejuaraan junior, Apriyani bersama Jauza Fadhila meraih gelar juara di Singapore International Series 2015. Sementara Apriyani di tahun 2014, yang masih berusia 16 tahun, dipasangkan dengan Rosyita Eka Putri Sari berjuang di ultimate BWF World Junior Championships 2014. Namun, keduanya harus melepas gelar juara dari genggaman mereka setelah gagal meredam perlawanan unggulan pertama dari Tiongkok, Chen Qingchen/Jia Yi Fa. “Mereka yang berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di dunia internasional layak mendapat penghargaan dari seluruh bangsa termasuk PDI Perjuangan,” pungkasnya.

Gamil