Karier Badminton Greysia Polii Dan Apriyani Rahayu Raih Medali Emas Dan Cetak Sejarah Di Olimpiade Tokyo 2020

Namun, saat hendak bertanding di semifinal melawan He Jiting/Du Yue , Apriyani mendapat kabar bahwa sang ibu meninggal dunia di kampung halaman. Saat itu Apriyani Rahayu bermain di nomor tunggal putri dan langsung kandas di babak pertama. Setiap hari, ayah dan ibunya selalu menemani Apriyani Rahayu berlatih, hingga saat duduk dibangku SD sang ayah meratakan pekarangan belakang rumah untuk dijadikan lapangan bulu tangkis. Greysia/Apriyani menang dalam dua gim langsung, 21-3 dan dalam waktu 35 menit. Selain itu, mereka juga menjuarai India Open 2018, Thailand Open 2018, India Open 2019 dan menyabet medali emas SEA Games 2019. Dalam pertarungan semifinal ajang paling bergengsi sejagad itu, Greysia/Apriyani memetik kemenangan straight game Slot Online Terpercaya 21-19, atas pasangan negeri ginseng tersebut.

Pasangan Greysia Polli dan Apriyani Rahayu

Presiden Joko Widodo mengatakan medali emas Olimpiade Tokyo 2020 yang diraih ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu merupakan kado istimewa menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Sebelum Olimpiade 2020, Indonesia kali terakhir mengirim wakil bulu tangkis tunggal putra ke semifinal Olimpiade 2004 di Athena, yaitu Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro. Karena cukup berprestasi meski masih junior, Apriyani Rahayu dipasangkan dengan Rosyita Eka Putri Sari pada 2014 saat usianya sixteen tahun.

Hari ini kami mendapatkan semua, berkat dari Allah dan doa keluarga serta masyarakat Indonesia. Kedua pasangan itu terakhir kali bertemu di turnamen BWF World Tour Finals 2019, yang dimenangkan oleh Chen/Jia 21-17, 10-21, 21-16. Menempati peringkat keenam dunia, Greysia/Apriyani memulai perjalanan mereka di Olimpiade Tokyo dari grup A bersama dengan Malaysia, Inggris dan Jepang. Atas kejadian itu, Federasi Bulu Tangkis Dunia memutuskan untuk mendiskualifikasi keempat ganda putri tersebut dari ajang Olimpiade London 2012 dan sekaligus mengubah aturan primary.

Bersama Meliana, Greysia berhasil lolos ke Olimpiade untuk pertama kalinya di Olimpiade London 2012 meskipun belum berhasil meraih medali. [newline]Di perempat last, mereka harus jatuh bangun melawan ganda putri China, Du Yue/Li Yi Hui. Sempat menang 21-15, mereka kalah di set kedua, sebelum menang di set ketiga dan lolos ke semifinal. Greysia Polii dan Apriyani Rahayu merupakan pasangan ganda putri pertama Indonesia, yang berhasil masuk final di ajang olimpiade Tokyo 2021. TEMPO.CO, Jakarta – Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Poliidan Apriyani Rahayu berhasil mengukir sejarah dengan merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Sepanjang laga, pasangan peringkat delapan dunia itu memndominasi permainan. Pelatih kepala ganda putri Indonesia Eng Hian mengatakan bahwa sampai saat ini, Greysia masih belum berencana untuk pensiun dari bulu tangkis. “Tidak pernah berpikir harus menjadi ganda putri pertama yang ke semifinal Olimpiade atau mendapat medali Olimpiade.” Pada 2017, Apri mulai bermain di stage senior dan berpasangan dengan Greysia Polli menggantikan Nitya Krishinda Maheswari.

Di awal tahun 2009 prestasi Greysia Polii dengan Nitya belum menunjukkan prestasi, apalagi dengan hengkangnya Vita Marissa dari pelatnas, maka pelatnas membutuhkan kekuatan di sektor ganda putri. Terpisah, Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo Rosan P Roeslani mengapresiasi perjuangan Greysia/Apriyani yang sukses merebut medali emas. Medali emas ini tak cuma menjadi medali pertama di Olimpiade Tokyo, tetapi juga menjadi pencapaian sejarah ganda putri Indonesia. Berlaga di babak perempat ultimate, Greysia/Apriyani berhasil menaklukkan pasangan Cina, Du Yue/Li Yinhui dalam rubber game, 21-15, 20-22, dan 21-17. Ini dia serangkaian profil dari atlet bulu tangkis Greysia Polii yang berhasil meraih emas di Olimpiade Tokyo 2020 bersama Apriyani Rahayu.

Namun hal ini bukan jadi penghalang bagi pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. Sebelum berakhir di babak final, mereka sempat melawan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dari Jepang. Pasalnya kedua pasangan asal Jepang ini merupakan ganda putri peringkat 1 sedunia, sementara Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berada di peringkat 6.

Gamil