Pemain Bulu Tangkis Ganda Putri Indonesia Raih Medali Emas Di Tokyo

Babi berukuran besar nyaris masuk ke rumah anggota DPRD Provinsi Banten Muhsinin, berhasil dilumpuhkan warga tepat di belakang rumah anggota DPRD Provinsi Banten. Tak hanya mengukir rekor pribadi, Greysia yang berduet dengan Apriyani berhasil mencatatkan sejarah untuk Indonesia. Menpora RI, Zainudin Amali, mengucapkan selamat atas prestasi Greysia Polii/Apriyani Rahayu di Olimpiade Tokyo 2020. Usaha Apriyani, pemain kelahiran Lawulo, Sulawesi Tenggara tersebut untuk mencegah Greysia agar tidak pensiun ternyata membuahkan hasil. Pertama, usai skandal di Olimpiade London 2012 saat berpasangan bersama Meiliana Jauhari. Tetapi pasangan China itu untuk sementara unggul 6-3 secara head-to-head atas Greysia/Apriyani.

Rekor medali emasi ganda putri

Sebelumnya rekor ini ditorehkan pebulu tangkis legendaris China, Zhang Ning. Tunggal putri asal Negeri Tirai Bambu itu meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 di usia 33 tahun 89 hari. Zhang Ning juga menyumbangkan emas untuk China pada Olimpiade Athena 2004. Sejak bulu tangkis masuk dalam cabang olahraga olimpiade di tahun 1992, Indonesia selalu meraih emas dari olahraga tepok bulu ini. Karena itu medali emas yang diraih Greysia Polii / Apriyani Rahayu memecahkan rekor yang selama ini belum terwujud dari sektor ganda putri di Olimpiade.

Rio Waida gagal ke semifinal setelah di laga putaran ketiga Olimpiade Tokyo mencatatkan skor 12.00, terpaut dua angka dari Igarashi yang mencetak skor 14.00. Melalui akun Twitter @jokowi, orang nomor satu di Indonesia itu mengucapkan selamat. McKeon menyentuh dinding finis pertama dengan catatan waktu 51,96 detik yang memecahkan rekor Olimpiade atas namanya sendiri. Laga semakin sengit setelah interval pertama, Chen/Jia berhasil menyamakan kedudukan setelah Greysia/Apriyani tiga kali melakukan kesalahan rotasi. Namun, ganda Indonesia kembali menjauh dari kejaran China 13-11, setelah raket Jia sempat patah setelah menerima smes keras Apriyani.

Terlebih, dua dari tiga kemenangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu atas Chen/Jia, dicetak di ajang sebesar Kejuaraan Dunia . Sebelum berhasil ikut serta di Olimpiade, Taufik sempat menemui jalan terjal. Namun, atlet asal Bandung ini sama sekali tak patah arang dan bertekad ingin terus melangkah ke Olimpiade.

Pasalnya, siapa pun pemenang dari laga semifinal kedua antara Korea dan China akan menjadi muruh berat bagi Greysia/Apriyani. Baik Kim So Yeong/Kong Hee Yong atau Chen Qing Chen/Jia Yi Fan musuh yang sulit ditaklukkan. Pasangan Finarsih dan Lili Tampi hanya mampu melaju ke perempat ultimate. Mereka kalah dari wakil Korea Selatan Gil Young-Ah dan Shim Eun-Jung. Keberhasilan Greys/Apri ini menjadi sumbangan medali emas pertama Indonesia di Olimpiade 2021. Pada partai final Bandar Slot Online yang berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza itu, Greysia/Apriyani mengawali pertandingan di set pertama dengan baik.

Gamil