Profil Dan Biodata Greysia Polii Dan Apriyani Rahayu, Raih Medali Emas Badminton Olimpiae Tokyo 2020

Sukses menjadi runner-up mengantarkan Apriyani ke Pelatnas PBSI Cipayung. Ilmu bulutangkisnya pun terus terasah dengan arahan pelatih-pelatih yang makin berkualitas. Berkat kerja kerasnya, Apriyani berhasil mewujudkan harapannya. Saat kelas 6 SD, ia menjadi juara dan berhak bertanding ke Jakarta.

Biodata Apriyani Rahayu

Berbagai prestasi yang ditorehnya, Apri tak menyangka mulai mendapat kepercayaan membela tim Merah Putih di ajang Kejuaraan Dunia Yunior 2014 di Alor Setar, Malaysia. Namun, kali ini ia tidak dipasangkan dengan Jauza, melainkan Rosyita Eka Putri Sari. Mulai dari cibiran, orang tuanya yang serba kekurangan yang harus menggadai emas untuk bisa memberikan fasilitas untuk Ani agar bisa bermain bulutangkis. Dari sekedar hobi, saat sekolah dasar Apriyani Rahayu terpilih mewakili sekolahnya dalam Porseni antar sekolah yang diselenggarakan di Kota Kendari saat itu. Ketika itu Ani mencapai babak ultimate Daftar Situs Judi Slot Terpercaya 2021 namun ia harus menelan kekalahan. Apriyani sempat tinggal di rumah pelatihnya, Sapipudin, karena sang pelatih pindah ke Konawe.

Dengan siapa kelak akan berpasangan Apri berharap impiannya untuk tampil di ajang Olimpiade Tokyo 2020 mendatang bisa terwujud. Dengan berbagai prestasi yang ditorehnya, Apri tak menyangka mulai mendapat kepercayaan membela tim Merah Putih di ajang Kejuaraan Dunia Yunior 2014 di Alor Setar, Malaysia. Bahkan, ketika hendak mengikuti pertandingan, bukan hanya sekali namun puluhan kali, pria kelahiran 2 Agustus 1958 itu tak ragu untuk meminjam uang dan berhutang demi Apriyani. Sang ayah, Amiruddin, seperti dikutif dari media Kendari menuturkan, tekad putri bungsudari empat bersaudara itu memang sangat kuat untuk menjadi pemain bulutangkis. Gelar di Thailand Open serta French Open Superseries tentu bakal jadi titik tolak bagi Apri untuk menggapai mimpi-mimpi besar yang dipendamnya sejak masih tinggal di desa. Terlahir bukan dari keluarga yang berkecukupan, Apri mengaku memang suka olahraga bulutangkis sejak duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar.

Apri yang sejak awal kenal bulutangkis lewat tangan Sapiuddin nyaris frustrasi. Demi mengejar mimpi menjadi pemain nasional, Apri memutuskan ikut pindah ke Konawe. Ia pun tinggal di keluarga sang pelatih sambil tetap melanjutkan sekolah.

Meski terbilang baru, Apri tak terlihat canggung karena Greysia mampu membimbingnya dengan terus menyemangatinya. Apriyani pun sangat bersyukur karena walau Greysia lebih senior mau berbagi ilmu dan selalu memberi dukungan. Untuk bisa keluar tidak mudah dan bersyukur kali ini di rumah sendiri akhirnya bisa menunjukan performa terbaik kita,” ujar Apriyani sambil sambil menangis haru.

Gamil