Profil Dan Biodata Lengkap Umur Greysia Polii, Atlet Badminton Yang Berhasil Maju Dalam Last Olimpiade Tokyo 2020

Dari semifinalis hingga menjadi juara itulah gambaran perjalanan prestasi dari atlet yang satu ini. Apriyani menyukai bulu tangkis sejak duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar, karena melihat pertandingan di televisi. Apriyani mulai berlatih di gedung bulu tangkis dan diajarkan oleh Sapiuddin seorang pelatih di gedung tersebut. Sebelum Greysia dan Apriyani dipasangkan pada 2017, pasangan yang berbeda usia 10 tahun itu telah mengukir prestasi masing-masing. Greysia sempat berpasangan dengan Meiliana Jauhari dan menjadi runner-up Macau Open Grand Prix Gold 2010. Namun, ada juga pemain yang mengidolakan pebulutangkis dari sektor lain.

Pada 2004 dan 2008, Greysia Polii dipasangkan dengan Jo Novita di Piala Uber Indonesia. Hal ini mereka lakukan agar tidak bertemu dengan unggulan juara asal China, Wang Xiaoli dan Yu Yang di perempat final. Berikut biodata Greysia Polii lengkap agama, umur dan wiki, atlit Badminton juara emas Olimpiade Tokyo 2020 gaes. Kemudian, memenangkan Indonesia dalam ajang Sea Games 2007 di Thailand hingga melaju di partai final Bandar Slot Online badminton Olimpiade Tokyo 2020. Apriyani Rahayu yang berpasangan dengan Greysia Polii sukses menyumbangkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Biodata Greysia Polli

Di tahun 2019 lalu, prestasi terbaik Febby Valencia menjadi semifinalis Djarum Sirnas Premier DKI Jakarta Open dan runner up Djarum Sirnas Premier Jawa Barat Open 2019 . Tentunya emas tersembut dipersembahkan untuk masyarakat Indonesia, sekaligus membuat Greysia Polii dan Apriyani Rahayu mencetak sejarah bagi badminton Indonesia. “Sejak turnamen ini dimulai, kami memang sudah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, karena kami tidak ingin kalah. Kami betul-betul ingin menang,” kata Greysia dikutip dari laman BWF, Jumat. “Untuk pertandingan ke depan, dijalankan saja, aku bersama Apri tidak mikir panjang sampai gimana, tapi kita mencoba untuk berusaha satu demi satu. Jadi jalanin aja hari demi hari dengan penuh sukacita, tetap senang, dan pastinya take pleasure in,” tandasnya.

Tiga tahun kemudian anak ketiga dari lima bersaudara ini ingin serius berlatih olahraga ini. Keluarganya mendukung, dan membawa Greysia dari Manado ke Jakarta untuk berlatih. Dari Jakarta dia pindah ke Manado dan mulai melanjutkan karier olahraga kakaknya, Deyana Lomban yang merupakan mantan atlet Badminton nasional Indonesia. Setahun kemudian, Greysia Polii dipercaya mewakili Indonesia di Asian Junior Badminton Championships. Dalam pertandingan internasional pertamanya itu, Greys berhasil memenangkan medali perunggu. Greysia Polii lalu berpasangan dengan Jo Novita di berbagai ajang.

Kini, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu bersiap untuk laga di babak last nomor ganda putri cabang olahraga bulutangkis di Olimpiade Tokyo 2020 yang dijadwalkan pada 2 Agustus 2021 mendatang. Apapun hasilnya nanti, Greysia Polii tetap merupakan salah satu atlet berbakat tanah air yang harus selalu didukung. Greysia Polii sempat berlaga di Olimpiade London 2012 berpasangan dengan Meiliana Jauhari dan berhasil melaju hingga babak perempat ultimate.

Siapa yang belum kenal dengan atlet bulu tangkis ganda putri yang wakili Indonesia di Olimpiade Tokyo bernama Greysia Polii ini? Dia pun mulai bergabung di tim Piala Uber Indonesia sejak tahun 2004 dan juga tahun 2008. Di pertengahan 2008, Greysia Polii mulai berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari.

Grand Prix BWF memiliki dua tingkatan, Grand Prix dan Grand Prix Gold BWF. Kompetisi ini merupakan serangkaian turnamen bulu tangkis yang diselenggarakan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia sejak 2007 hingga 2017. Grand Prix Dunia Bulu Tangkis diselenggarakan oleh Federasi Bulu tangkis Internasional dari 1983 hingga 2006. Namun, dari semua kompetisi yang diikuti, Olimpiade menjadi target yang selalu ingin diwujudkan para pebulutangkis Indonesia, termasuk Greysia. Pasalnya, Indonesia punya tradisi yang sangat membanggakan sejak bulutangkis dipertandingan pertama kali pada Olimpiade 1992 di Barcelona. Kecintaan tersebut sampai membuat sang ibu rela menjual baju hanya untuk membelikan Greysia raket bulutangkis kecil. Dirinya akhirnya pindah ke Jakarta lantaran pada 2003 bergabung dengan Pelatnas PBSI.

Prestasi Dia mulai meningkat saat mengikuti turnamen Singapura Terbuka. Greys melaju hingga babak perempat final dan mengalahkan pemain No1 dunia , Wong Pei Tty/Chin Eei Hui asal Malaysia. Pada tahun 2004, Greys membantu tim nasional junior untuk mendapatkan medali perunggu pada nomor beregu putrid Kejuaraan Bulu Tnagkis Junior Asia dan beregu campuran Kejuaraan Dunia Junior. Masih terus berjuang di kejuaraan junior, Apriyani bersama Jauza Fadhila meraih gelar juara di Singapore International Series 2015.

Gamil