Raih Medali Emas, Ini 3 Rekor Greysia

Susi Susanti membuka gerbang emas Olimpiade untuk Indonesia saat bulu tangkis mulai dipertandingkan pertama kali di ajang Olimpiade Barcelona 1992. Pemain yang dianggap sebagai pebulutangkis tunggal puteri terbaik sepanjang masa tersebut mempersembahkan medali emas di usia 21 tahun. Apriyani Rahayu turut menjadi atlet termuda peraih emas di ganda putri Badminton. Ini memecahkan rekor sejarah badminton Olimpiade dengan umur 23 tahun 3 bulan.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu menyumbang medali emas pertama untuk Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Namun, Greysia/Apriyani berhasil mengatasinya dan menutup interval gim pertama dengan keunggulan 11-8. Pertandingan ini dipastikan berjalan panas karena kebetulan peringkat dunia kedua pasangan tidak terpaut jauh.

Pebulutangkis ganda puteri Greysia/Apriyani menyabet Emas Olimpiade 2020. Prestasi ini mengakhiri puasa panjang selama 29 tahun dari nomor ganda puteri untuk mempersembahkan medali emas Olimpiade. Greysia/Apriyani menangis bahagia usai problem yang diajukan pasangan China di poin terakhir dinyatakan gagal.

Bulutangkis ganda putri menang melawan China

Meski alot, akhirnya di menit 14 Kevin/Marcus mengunci game dengan kemenangan angka 21-15. Untuk rekor pertemuan kedua pasangan ini, Greysia/Apriyani cukup sering bertemu Du Yue/Li Yin Hui dengan rekor yang seimbang. Dalam enam pertemuan terakhir di semua kompetisi, masing-masing pasangan mengemas tiga kemenangan. Setelah pertandingan, Greysia PRAGMATIC PLAY Polii mengatakan dirinya bersyukur dengan kemenangan yang diraih atas pasangan Cina. TOKYO – Pasangan asal China Chen Qingchen/Jia Yifan, harus mengakui keunggulan dari ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Keduanya pun mengaku gugup, karena ini pertama kalinya mreka mengikuti ajang besar empat tahunan seperti Olimpiade Tokyo 2020 .

Aksi ganti raket ini pun menjadi ramai diperbincangkan di media sosial beberapa saat setelahnya. Para netizen Indonesia memberi pujian atas keberanian Greysia mengganti raket dengan cepat hingga membuat poin bertambah. Meski menang 2 set, tapi itu diraih dengan tidak mudah karena ternyata Greysia Polii sempat harus mengganti raketnya di tengah pertandingan.

“Penampilan Greysia/Apriyani membuat bangga kami semua, bahkan seluruh masyarakat Indonesia. Mereka berhasil membuat sejarah di Olimpiade Tokyo, Greysia/Apriyani menjadi penyumbang emas sekaligus ganda putri pertama yang mampu meraih medali di Olimpiadę,” kata Rosan. “Saya tidak parcaya ketika shuttlecock out dan menjadi poin bagi kami di akhir sport kedua.

Pasangan ganda putri terbaik Indonesia itu mengalahkan Fukushima/Hirota dengan skor 24-22, 13-21, dan 21-8. Untungnya Apriyani Rahayu dengan cekatan berhasil menutupi ruang kosong ketika Greysia sempat keluar lapangan untuk menganti raket. Menariknya, dalam rally panjang ketika itu, justru Greysia/Apriyani berhasil menambah poin sehingga unggul 19-10.

Gamil